Contoh kebijakan dan prosedur akreditasi rumah sakit

Kebijakan dan prosedur Rumah sakit mutlak diperlukan. Dalam menyusun kebijakan dan prosedur harus konsisten dan saling berhubungan.  Berikut Contoh kebijakan dan prosedur rumah sakit yang akan dinilai dalam akreditasi:

1.Kebijakan diikuti dg Pedoman dan Prosedur

¡Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Pegawai, yg kemudian diuraikan didalam Pedoman Pemeriksaan Kesehatan Pegawai dan SPO masing-masing jenis pemeriksaan.

2.Kebijakan hanya diikuti dg Pedoman.

Kebijakan Pencatatan dan Pelaporan Data Pelayanan, yg kemudian diuraikan didalam Pedoman Pelaporan

3.Kebijakan hanya diikuti dg Prosedur.
¡Kebijakan bahwa Pengadaan Barang Berbahaya harus melampirkan MSDS. Untuk melaksanakan Kebijakan tersebut diperlukan SPO Pengadaan Barang Berbahaya.
4.Kebijakan berdiri sendiri, tanpa Pedoman dan Prosedur.
¡Kebijakan Larangan Merokok di RS. Kebijakan ini cukup jelas sehingga tidak memerlukan Pedoman atau Prosedur utk melaksanakannya.
5.Pedoman  hanya berdiri sendiri, tanpa kebijakan dan Prosedur.
¡Pedoman Sanitasi RS. Dalam Pedoman Sanitasi RS sudah diuraikan dengan rinci apa dan bagaimana melakukan sanitasi RS, sehingga Prosedur sering tidak diperlukan lagi.
6.Pedoman tanpa Kebijakan, hanya diikuti dengan Prosedur.
¡Pedoman Penanggulangan Kebakaran yang kemudian dirinci dengan SPO Evakuasi Pasien dll.

7.  Prosedur berdiri sendiri tanpa ada Kebijakan dan Pedoman.  Sering dikaitkan dg instruksi kerja atau manual pengoperasian alat.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>